كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ PECINTA RASULULLAH.COM menyajikan artikel-artikel faktual sebagai sarana berbagi ilmu dan informasi demi kelestarian aswaja di belahan bumi manapun Terimakasih atas kunjungannya semoga semua artikel di blog ini dapat bermanfaat untuk mempererat ukhwuah islamiyah antar aswaja dan jangan lupa kembali lagi yah

Senin, 25 Juni 2012

AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT



By  AQIDAH AHLUSSUNNAH: ALLAH ADA TANPA TEMPAT
Hadits Ke Tiga:

Ummu Thufail; perempuan Ubay meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah berkata:

(قيل) أنّه رَأى ربّهُ عزّ وَجلّ فِي الْمَنام فِي أحْسَن صُوْرَة شَابًّا مُنَوَّرًا فِي خُضْرٍ، فِي رجْلِه نعْلانِ مِنْ ذَهَبٍ وَعَلَى وَجْههِ فرَاشٌ مِنْ ذهَب

[Ini hadits palsu, tidak boleh kita ambil, sangat menyesatkan, makna literalnya mengatakan: ”Sesungguhnya ia (Rasulullah) telah melihat Allah dalam mimpinya dalam bentuk yang paling indah; yaitu Dia sebagai anak muda yang bercahaya kehijauan, pada kaki-Nya dua sendal dari emas, dan pada wajah-Nya ada kupu-kupu dari emas”]
Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad. Imam Ibnu Adiy berkata: “Dia (Nu’aim bin Hammad) adalah seorang pemalsu hadits”. Imam Ahmad bin Hanbal seuatu ketika ditanya tentang Nu’aim, lalu beliau memalingkan muka (mengingkarinya), seraya berkata: “Hadits yang diriwayatkan olehnya adalah hadits munkar dan majhul [tidak dikenal dan tidak memiliki dasar]”.

            Kemudian ada riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

(قيل) رَأيْتُ رَبّيْ جَعْدًا أمْرَدَ عَلَيْهِ حُلّةٌ خَضْرَاء

[Hadits palsu, menyesatkan, makna literalnya mengatakan: “Aku (Rasulullah) telah melihat Tuhan-ku berambut keriting (kribo), tidak berjanggut (seperti anak muda), di atas-Nya adalah mahkota hijau”].

Hadits ini diriwayatkan dari jalur Hammad bin Salamah. Dia memiliki saudara tiri zindik [kafir karena kesesatan-kesesatannya] bernama Ibnu Abil Awja’. Dia banyak memasukan riwayat palsu di dalam kitab-kitab Hammad bin Salamah yang sama sekali tidak memiliki dasar, karenanya riwayat-riwayat semacam ini tidak dapat dijadikan dalil sedikitpun.

            Sementara al-Qâdlî Abu Ya’la al-Mujassim menetapkan sifat-sifat bagi Allah “seenakperutnya”, ia mengatakan bahwa Allah adalah sebagai anak muda yang tidak berjanggut, rambut keriting menggumpal, wajah-Nya dikelilingi kupu-kupu emas, memakai dua sandal, dan mengenakan mahkota di kepala-Nya; lalu Abu Ya’la berkata: “Itu semua tidak seperti yang kita bayangkan”. Padahal apa yang diriwayatkannya itu sama sekali tidak benar, kita semua telah tahu bahwa ketika dikatakan: “Anak muda, tidak berjanggut, ...” dan seterusnya; maka semua itu tidak ada pemahaman lain kecuali dalam pemahaman bentuk dan benda. Sementara Abu Ya’la al-Mujassim berkata: “Itu semua tidak seperti yang kita pikirkan (bayangkan)”, ini sama saja dengan mengatakan: “Si fulan berdiri tapi tidak berdiri”, atau: “Si fulan duduk tapi tidak duduk”. [Kata-kata yang sama sekali tidak bisa diterima sehat akal).

            Imam Ibnu Aqil al-Hanbali berkata: “Kita pastikan bahwa hadits seperti ini adalah hadits bohong (palsu). Walaupun yang meriwayatkannya orang-orang terpercaya (tsiqah) tetapi jika isi redaksinya adalah perkara mustahil semacam ini maka semua itu tidak dapat diterima. Perumpamaannya jika ada sekelompok orang terpercaya memberitahukan bahwa ada seekor kuda gemuk yang sangat besar masuk ke dalam lubang jarum; maka berita mereka tidak dapat dibenarkan karena itu perkara mustahil walaupun yang menyampaikannya orang-orang yang sangat terpercaya”.

1 komentar :

Anda sopan kamipun segan :)